Aksi Pencurian Mobil Pick-Up Kembali Terjadi di Kerinci

On 11:53:00 PM


Aksi Pencurian Mobil Pick-Up Kembali Terjadi di Kerinci
SUNGAIPENUH,GO-Aksi pencurian mobil pick-up kembali terjadi di Kerinci. Setelah mobil pick up milik anggota DPRD Kota Sungaipenuh, kini giliran mobil pick up milik Sabar warga, Koto Padang kecamatan Sitinjau Laut yang dicuri.

 Kejadiannya diperkirakan sekitar pukul 13.00 Wib di Pasar Semurup. "Telah hilang mobil pick up warna putih nomor polisi BH 9369 DB. Sahabat fb mohon bantuannya bagi yang mengetahui informasinya diprediksi arah pendung semurup atau Siulak," tulis Mat Sardin Rajo Sulah di akun facebooknya. (Fyo)

TA Akui Dianiaya Dua Oknum PNS

On 7:47:00 AM


TA Akui Dianiaya Dua Oknum PNS
Sungai Penuh, GO- Warga Desa Tanah Kampung Kota Sungai Penuh berinisial TA berjenis kelamin perempuan mengaku telah dianiaya oleh dua orang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kediaman ibu nya di Desa Tanah Kampung.

Kejadian ini pada tanggal 14 September 2016 lalu sekira jam 17.00 wib dirumah ibu TA. Dalam kronoligisnya TA menceritakan, ketika ketika kejadian dirinya hendak mandi. Ia  hendak mandi dan sebelum masuk kamar mandi dirinya duduk diluar kamar mandi sambil mendengarkan musik didalam HP nya.

Saat itu ia dihampiri oleh perempuan berinisial HR Oknum PNS di DPRD Kabupaten Kerinci yang ditemani oleh suaminya HN oknum PNS di Dinas Pertanian Kota Sungai Penuh.

“HR (inisial) menghampiri saya dan menanyakan dimano Ceni (anak HR) lalu saya menjawab tidak tahu selanjutnya ia menuduh saya sebagai penyebab anaknya meninggalkan rumah,” cerita TA.

“Tak puas dengan jawaban saya lantas HR kemudian menghampiri saya pada waktu itu saya sedang berpakai kain handuk lantas menarik handuknya hingga kain saya lepas. Lalu HR menjabak rambut dan memukul bagian tubuh saya,”ujarnya.

Masih kata TA, saat dipukul HR suaminya diduga ikut memukul. “Tepatnya pada bagian lengan sebelah kiri, akibat dari pukulan HN lengan sebelah kiri saya mengalami luka lebam. Untung lah saat itu ibu saya melerai ketika saya dianiya oleh kedua orang oknum PNS tersebut,” katanya dengan nada sedih.

Setelah tindakan tersebut dilerai oknum PNS itu pergi sambil mengeluarkan kata-kata ancaman. “Setelah di lerai oleh ibu saya, kedua oknum PNS tersebut keluar dari rumah sambil mengancam dengan kata-kata kau dan Rudi aku bunuh aku tak takut masuk penjara,” ungkapnya meniru ucapan dari oknum PNS tersebut.

Siswi Kelas VI SD Korban Asusila Oknum Guru?

On 7:30:00 AM



Lap : Ruslan 

Siswi Kelas VI SD Korban Asusila Oknum Guru? 

Kerinci,GO-Dugaan asusila kembali terjadi. Kondisi ini mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Kerinci. Seorang guru di SD Muak di diduga mencabuli salah satu siswinya. Perbuatan tersebut di duga dilakukan oknum guru berinisial KM.

Sebut saja Bunga (nama samaran) korban siswi kelas VI SD. Kepada GO Hayati orang tua korban mengungkapkan bahwa kejadian ini terjadi pada Sabtu 7/1/2017 lalu.

“Disaat pulang sekolah, Bunga dipanggil oleh oknum gurunya dengan dalih untuk mengangkat meja.  Kebetulan hari Senin adalah jadwal piket Bunga. Namun, oknum guru tersebut justru melakukan tindakan yang tidak layak terhadap anak saya,” terangnya, Senin (13/2).  

Dari cerita anaknya ia menambahkan, tiba-tiba oknum guru tersebut memeluk (korban) dari belakang.  “Meremas-remas dadanya,sontak korban kaget dan ketakutan, ia pun lansung berlari keluar,” ungkap Hayati lagi.

Orang tua korban juga menyesalkan pihak sekolah dan dinas terkait yang terkesan berupaya menutup-nutupi kejadian tersebut. 

“Demi menjaga nama baik sekolah dengan memberikan arahan untuk damai. Kami kecewa dengan pihak sekolah, padahal kejadian ini sudah satu bulan lebih,” kesalnya lagi. 

Hayati menceritakan, upaya damai itu di terimanya dari Kepala Sekolah. “Baru sekarang kepsek datang kerumah hanya untuk menyampaikan kata damai. Bukan menanyakan keadaan anak saya,” jelas Hayati. 

Kadis Pendidikan Kabupaten Kerinci Amri Swarta ketika di konfirmasi GO membantah tuduhan tersebut namun ia mengaku sudah menerima laporan. 

“Kami tidak tutup mata permasalahan ini kami sudah mengetahuinya, dan kami sudah memanggil kepala sekolah untuk di mintai klarifikasi,” cetus Kadis.

Amri Swarta menambahkan, bahwa kejadian ini merupakan kesalah pahaman saja. “Ini hanya kesalah pahaman saja.  Guru berinisial KM hanya membantu mengangkat bangku. Ini berdasarkan keterangan Kepsek yang saya terima,” ucap Kadis Dikjar Kabupaten Kerinci. 

Empat Korban Penipuan CPNS : Balikin Rp. 207 Juta Serta Ijazah Asli Kami

On 5:22:00 AM



Empat Korban Penipuan CPNS : Balikin Rp. 207 Juta Serta Ijazah Asli Kami 

Sungai Penuh, GO-Hari ini Kamis (2/2) salah satu diantara empat korban penipuan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diduga di lakukan oleh DS hari ini datangi Polres Kerinci. 

Empat korban dugaan penipuan oleh DS ini masing-masing H. Amril (Pak Eli), Merholen, Rajizal, dan Lensy Reflina. BS perwakilan dari empat korban dugaan penipuan CPNS tersebut mendatangi Polres Kerinci . 

Kepada GO BS menceritakan, bahwa  dari hasil pemanggilannya oleh Penyidik Polres Kerinci meminta ia membuat surat laporan secara resmi. 

“Hari ini (Kamis) saya diminta Penyidik Polres Kerinci untuk membuat surat laporan resmi atau melapor ulang kembali kasus dugaan penipuan ini kepada Polres Kerinci,” jelasnya Kamis (2/2). 

Menariknya kata BS, tidak hanya sejumlah uang yang di setor kepada DS berjumlah Rp. 207 juta, akan tetapi ijazah asli milik empat korban ini tidak kunjung di kembalikan. 

“Kita minta agar DS mengembalikan uang senilai Rp. 207 juta serta izajah asli milik empat orang korban ini,” jelasnya, Kamis (2/2). 

  Tiga Saksi Dihadirkan Dalam Sidang Pembunuhan Supervisor

On 7:54:00 AM



Tiga Saksi Dihadirkan Dalam Sidang Pembunuhan Supervisor

Sungai Penuh, GO-
Netty Marleni (35) korban pembunuhan atas terdakwa Alex Bonatua (28) tahun mendengarkan keterangan tiga saksi kembali di gelar di Pengadilan Negeri Sungai Penuh, Senin (07/11).

Adalah saksi dari dua orang pegawai Grapari Mitra Telkomsel, Elvia Nengsih dan Mariska, serta adik Lilis Suryani yang merupakan saudari korban.

Pada sidang yang mendapat pengawalan ketat petugas kali ini, pemeriksaan ketiga saksi dilakukan secara berganti.

Majelis hakim yang diketuai Yudi Noviandri SH MH dan dua hakim anggota, Ratna Dewi SH dan Rinding Sambara SH, terdakwa didampingi oleh Oma Irama SH selaku pengacara. 

Dalam keterangan saksi pertama Elvia menerangkan bahwa Netty terakhir masuk kerja pada Jum’at (26/5). Pada pukul 09.00 wib korban Netty keluar dengan alasan membeli makanan.

“Ketika keluar Netty meminjam sepeda motor saya. Namun hingga sore Netty tidak kembali ke kantor. Alasannya mau membeli bubur,” katanya.

Nomor handphone tidak aktif kecurigaan muncul. “Lalu dengan menggunakan sistem di grapari nomornya kami lacak. Terlihat, nomor terakhir yang dihubungi Netty adalah nomor
terdakwa. Kemudian kami menghubungi terdakwa, katanya tidak tahu kemana
Nety,”sebutnya.

Saksi Mariska, menjelaskan terakhir melihat Netty pada Jum’at (26/5). Setelah Nety keluar kantor, Nety menghilang dan tak kunjung masuk kantor hingga hari-hari berikutnya. Terkait dengan
hubungan Nety dengan Alex, saksi mengaku pernah melihat Alex datang ke Grapari bertemu Netty.

“Terdakwa pernah ke kantor bertemu Netty diruangan atas. Sekitar satu jam diruangan. Tapi setahu saya, urusan kerja. Dan Netty tidak pernah cerita tentang hubungan ini sama saya,” ungkap saksi.

Adik kandung korban, Lilis Suryani mengatakan terakhir melihat Netty juga pada pagi Jum’at sebelum berangkat kerja. Pada hari itu, Netty ke kantor diantar oleh sang kakak.

“Sampai pukul 18.30 wib sore dia belum juga pulang. Sebelumnya kami tidak curiga, mungkin pulang malam. Tapi sampai besok tidak juga pulang, dan nomor Hp tidak aktif. Saat keluarga tanya ke grapari, juga tidak ada, dan keluarga terus mencari sampai hingga mayatnya di temukan warga di puncak,” keterangan saksi.

Saat ditanya Hakim terdakwa mengatakan semua keterangan saksi benar. Kemudian
sidang ditutup dan dilanjut pekan depan, dengan agenda pemeriksaan saksi lanjutan.

Nyaris di hajar masa ketika terdakwa keluar menuju mobil tahanan. Terdakwa sempat dikejar oleh keluarga korban, beruntung aparat keamanan dari Polres Kerinci dapat membendungnya dan mengamankan kondisi yang aman.

Pak Bupati, Pungli Pasar Hiang Tembus Rp. 1 Juta

On 6:59:00 AM


Pungli di Pasar Hiang Marak
 

Kerinci, GO-Pungli di pasar Hiang Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci mencapai angka yang cukup fantastis. Tarifnya bervariasi dari angka Rp. 200 hingga mencapai Rp. 1 juta.
Informasi ini dikatakan oleh salah seorang pedagang pasar Hiang kepada GO. Namun ia enggan menyebutkan namanya di publist.
“Ya, saya memberikan setoran kepada warga disini Rp. 200 ribu. Dan angka ini tergantung kemauan para pedagang. Dengan setoran Rp. 200 ribu di berikan tempat, meja serta pondok,” ujar sumber, Senin, (24/10).
Ia mengatakan, bagi pedagang yang bayarannya tinggi mendapatkan keistimewaan khusus. “Kalau bayarannya Rp. 1 juta itu mendapatkan tempat yang strategis, dilengkapi dengan meja kursi, serta pondok,” ungkap sumber.
Sumber yang lebih 3 tahun berdagang di pasar Hiang ini juga mengakui bahwa, pungutan ini terjadi sejak lama, hingga saat ini praktek pungli terus terjadi dan belum ditidak tegas.
“Yang keberatan itu adalah bagi para pedagang kecil-kecilan. Ini terus terjadi sejak lama dan hingga saat ini masih tetap berlangusung,” katanya.
Dalam hal pungli di pasar tradisional Hiang sudah sampai ditelinga Bupati Kerinci H. Adi Rozal. Hanya saja dalam hal pungli warga masyarakat diharapkan bisa memberikan bukti bahwa adanya praktek pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab.
“Tolong bawa buktinya. Jika ada bukti akan saya tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” sebut Bupati belum lama ini. 

Dua Truk  Pupuk Illegal Diamankan Polres Kerinci, Zoni Irawan :Kita Beri Apresiasi

On 9:58:00 AM

Dua Truk  Pupuk Illegal Diamankan Polres Kerinci, Zoni Irawan :Kita Beri Apresiasi

Kerinci, GO- Polres Kerinci berhasil menggagalkan pupuk illegal. Tanpa dilengkapi dukumen tersebut pihak Polres Kerinci Sabtu, (26/9) lalu dua truk pupuk illegal dengan berat 5 ton diamankan  yakni di Desa Sungai Lintang Kecamatan Kayu Aro. Kinerja inipun mendapat apresiasi dari kalangan aktivis LSM.

Pupuk yang diamankan itu jenis phonska dengan jumlah 80 karung dan Jenis SP 36 sebanyak 20 Karung. Dua orang supir truk tersebut ikut diamankan oleh pihak kepolisian.

Adalah JH, Warga Kampung Canggar, Dan DD Warga Lubuk Malako Kabupaten Solok Selatan. Kedua sopir tersebut saat ini dikenakan wajib lapor.

Ketika dikonfirmasi Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim IPTU Dedi Kurniawan mengatakan dua truk dan pupuk yang diamankan oleh anggota Polres Kerinci berasal dari Padang Aro Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat.

"Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan siapa yang bertanggung jawab mudah-mudahan bisa segera terungkap," ungkapnya.

Pemilik pupuk tersebut terancam dengan pasal 21 ayat 2 Permendag RI nomor 15/M-Dag/Per/4/2013 tentang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi untuk pertanian, dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara.

"Sopir hanya kita minta keterangan dan wajib lapor. Yang terancam bukan sopirnya melainkan pemiliknya di Padang Ado," Katanya.

Salah seorang aktivis LSM Kabupatebn Kerinci Zoni Irawan mengapresiasi kinerja Kapolres Kerinci AKBP. Muhamad Ali Hadinur, S.IK.

“Dimana dalam masa tugasnya yang baru dapat mengungkap berbagai kasus. Kita harapkan kedepan Kapolres dapat mengungkap kasus-kasus besar di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh,” tutup Zoni GEGER panggilan akrabnya.


Kapolres Kerinci Diminta Tangkap Pelaku Penambang Ilegal

On 9:21:00 AM

 





Kapolres Kerinci Diminta Tangkap Pelaku Penambang Ilegal

Kerinci, GO-
Kasus galian C ilegal belakangan ini marak terjadi di Kabupaten Kerinci. Bahkan sebelumnya di beberapa lokasi tambang tersebut di policeline tidak lama kemudian pelaku tambang tersebut tak jera dan masih melakukan aktivitas tambang yang cukup diresahkan warga.
Kepada Kapolres Kerinci AKBP M. Hadinur untuk segera melakukan investigasi terkait aktivitas yang meresahkan warga tersebut sejak beberapa tahun belakangan ini.
Zoni Irawan kepada GO mengatakan, bahwa aktivitas ini terjadi sejak lama dan salah satu pemicu rusaknya lingkungan sekitar. “Aktivitas penambang sudah terjadi beberapa tahun belakangan ini. Dan belum adanya tindakan tegas dari penegak hukum. Saya minta agar Kapolres Kerinci untuk segera tangkap pelaku penambang ilegal yang meresahkan warga itu,” katanya, Rabu, (28/9).
Tidak hanya itu ia juga mengatakan dampak yang ditimbulkan dari kegiatan itu rusaknya ekosistem. “Para petanii mengalami gagal panen akibat tercemar oleh aktivitas tambang. Serta terjadinya musibah banjir bandang serta sudah menelan korban jiwa,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan GO di Kecamatan Siulak Deras Kecamatan Gunung Kerinci hari ini Rabu, (28/9) terlihat beberapa penambang yang masih aktif. Dengan menggunakan alat berat untuk melancarkan aktivitas galian c tersebut.
“Kita minta kepada Kapolres Kerinci yang baru dapat menuntaskan kasus galian C di Kabupaten Kerinci,” harap salah seorang warga Siulak kepada GO.
Informasi yang dihimpun GO dilapangan, bahwa pelaku penambang yang bermain tersebut merupakan salah satu para elit-elit yang jarang tersentuh.
          

Ilegaloging Marak Di Kayu Aro

On 8:10:00 AM


Ilegaloging Marak Di Kayu Aro

Kerinci, GO- Kegiatan ilegaloging terjadi di perbukitan Kecamatan Kayu  Aro Kabupaten Kerinci. Aktivitas ini terjadi sejak lama dan hingga saat ini masih terus terjadi.
Pantauan GO dilokasi Bukit Ubuh Desa Danau Tinggi Kecamatan Kayu Aro Selasa, (27/9) terlihat beberapa pekerja yang sedang beroperasi dikawasan perbukitan. Bahkan gumpalan asap tebal mengepung ke udara disertai dengan suara mesin yang berbunyi keras.
Menurut keterangan dari warga setempat kepada GO mengatakan, bahwa aktivitas ini terjadi sejak beberapa tahun silam, dan jarang tersentuh.
“Ilegaloging terjadi sejak 3 tahun terakhir. Karena jauh dari pantauan sehingga para pelaku ilegaloging lebih leluasa untuk melakukan penebangan kayu dihutan,” ujar sumber yang enggan menyebutkan namanya di tulis, Selasa, (27/9).
Sementara itu, menurut keterangan Kepala Desa Danau Tinggi Syafrianto kepada GO  membenarkan bahwa adanya kegiatan ilegaloging tersebut. Namun ia enggan mengomentari lebh jauh.
“Ya benar. Saya sudah memberikan teguran namun tidah dihiraukannya,” kata Kades Danau Tinggi.
Tidak tanggung-tanggung perambahan ini diduga dilakukan didalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). (al)

Man Joker Beraksi Lagi

On 9:06:00 AM



Man Joker Beraksi Lagi


Kerinci, GO- Sekitar pukul 16.00 wib warga Desa Sako Dua Kec. Kayu Aro heboh. Man Joker diamuk massa. Ia digerebek massa melakukan aksi pencurian sepeda motor milik Siregar, Selasa, (6/9).  

Beruntung dalam aksi ini motor Jupiter yang diparkir depan rumah berhasil digagalkan. Man Joker mengalami luka-luka setelah diamuk warga. Bahkan sempat terjadi kejar-kejaran dengan pemuda setempat.

“Beruntung anggota Polsek Kayu Aro cepat datang kelokasi untuk mengamankan Man Joker,” kata sumber, Selasa, (6/9).  

IPDA Sumardi Kanit Reskrim Polsek Kayu Aro mengatakan, pelaku sudah diamankan. “Sekarang pelaku di Polsek. Pemilik motor sedang diintrogasi,” katanya.

Man Joker merupakan salah seorang residivis yang keluar masuk penjara. “Pelaku sebelumnya pernah masuk penjara dengan kasus serupa. Dia residivis,” ujarnya lagi.
 

Absensi Gaya Putra Mahkota Di DPRD Kota Sungai Penuh Diragukan Geger

On 12:41:00 PM


SUNGAIPÉNUH, Gegeronline- Kegiatan DPRD Kota Sungaipenuh ada sesuatu yang menarik dan tak pernah tersentuh. Salah satunya didalam hearing maupun didalam rapat lainnya. Siapa dia? Adalah 'putra mahkota'.

Dikatakan oleh Zoni Irawan Ketua LSM Geger ketika dikonfirmasi. "Sepertinya pak Fikar Azami jarang hadir di DPRD Kota Sungaipenuh. Hal ini kelihatan disaat ada kegiatan di DPRD, seperti acara hearing bersama pejabat SKPD kemarin dalam membahas persoalan Tempat Pengolaan Sampah Terpadu (TPST) dan hearing soal tes CPNS," katanya.

Tidak hanya itu katanya lagi absensi Fikar Azami juga diragukannya. "Absensi kehadirannyapun saya ragukan. Karena bapak Fikar Azami memiliki hubungan dengan Sekretaris Dewan," ungkapnya.

Ia meminta kepada pihak sekretaris DPRD Kota Sungaipenuh untuk bersikap netral dan tampa memberikan perbedaan dengan anggota lainnya.

"Wajar jika kita beranggapan kalau beliau (Fikar) bisa bermain dengan Sekwan soal absensinya. Karena dilihat dari latar belakangnya yang merupakan 'Putra Mahkota'," ujarnya di Sungaipenuh, Senin, (11/7).

Terkait hal ini Gegeronline belum mendapat klarifikasi dari pihak Sekretaris Dewan Kota Sungaipenuh serta meminta adanya mesin absensi Sidik Jari.

"Mesin absensi Sidik jari ini sangat perlu sekaligus untuk kkehadiran anggota lain," tutupnya.

THR Dari Walikota Sungai Penuh Dipertanyakan

On 4:12:00 AM


Sungai Penuh, GO

Terima THR Rp 500 ribu, namun tanda tangan pada absen penerimaan hanya Rp 150 ribu, hal ini terjadi dikantor walikota Sungai Penuh, demikian diungkapkan LSM Geger kepada media ini.

Sejumlah wartawan dan LSM terima THR dari pihak walikota Sungai Penuh melalui Humas Walikota Sungai Penuh.

Menurut Zoni, anggaran dana yang diberikan kepada wartawan dan LSM semestinya dijelaskan secara terbuka apakah berdasar APBD atau ada dana lainnya.

"Walikota harus memberi keterangan, dan pihak Dewan Pers mesti memperhatikan hal ini. Jika perlu KPK mengusut kemungkinan dana hitam yang dapat saja terjadi" jelas LSM Respect Doni.08

Tokoh Himasu Minta Pelaku Pembunuhan Nety Dihukum Berat

On 12:54:00 PM

Sungai Penuh, Geger Online - Tokoh Senior Himpunan Masyarakat Sumatera Utara (Himasu) Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci JWF Sialoho atau yang dikenal Pak Ronal, mengapresiasi kinerja pihak Polres Kerinci dalam mengungkap Kasus kematian Nety Marleni yang Menghilang sejak 27 Mei 2016, dan mayatnya telah ditemukan oleh pihak Polres Kerinci di Km 10. Jalan Sungai Penuh Tapan Kota Sungai Penuh 18/6 lalu.

Empat jam setelah penemuan mayat Nety Marleni Suvervisor grapari Telkomsel Sungai Penuh, pihak polres Kerinci berhasil mengamankan terduga pelaku pembunuhan Nety di wilayah Kayu Aro Kabupaten Kerinci.

Berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan pihak penyidik polres Kerinci terduga pelaku pembunuhan Nety yang berinisial ABR Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan pemerintah Kota Sungai Penuh ditetapkan sebagai tersangka.

Kasus pembunuhan ini, sangat menarik perhatian masyarakat Kota Sungai Penuh pasalnya, pembunuhan tersebut tergolong sadis. Kata JWF Sialoho yang merupakan Tokoh Himpunan Masyarakat Sumatera Utara yang ada di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Ia menjelaskan bahwa  ABR tersangka pembunuh Nety diduga warga keturunan Sumatera Utara, Sebagai tokoh Himasu, dia mengharapkan Keluarga korban yang ditinggalkan agar tabah dan sabar menerima cobaan ini.

JWF Sialoho, meminta kepada aparat penegak hukum untuk dapat memberikan hukuman yang berat kepada pelaku pembunuhan tersebut Sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Ungkap Sialoho.

Truk Sampah Kota Sungai Penuh, Hilang Dikapolsek AHT

On 3:16:00 AM

Kerinci, GO


Informasi terakhir truk pengangkut sampah yang disandera masyarakat beberapa waktu lalu, ternyata tak ada lagi di kantor Polsek Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kerinci Elyusnadi kepada media ini mengakui bahwa mobil yang disandera oleh warga beberapa saat lalu, ternyata tidak ada di kantor Polsek Air Hangat Timur.

"Belum ada kejelasan yang terang tentang penyelesaian masalah truk sampah milik pemkot Sungai Penuh dan berkaitan pembuangan sampah di KM 16" Jelasnya.


Kasus Pencurian 5 Kg Emas Mandek, Polres Diminta Ambil Alih

On 7:01:00 AM

Sungai Penuh, Jambi, GO.
Kasus pencurian emas 5 Kilo gram yang Telah dilaporkan oleh Yulwati Bin Hasan alias Yuyu Warga Jl. M. Yamin SH No 114 Desa Pasar Baru Kecamatan Sungai Penuh Provinsi Jambi, kepada Polsek Sungai Penuh tanggal 18 Mei 2015 Dengan laporan Nomor : LP/B-128/V/2015/JBI/RES/KRC/SEK SPN, Nampaknya belum menemui titik terang. Berdasarkan Laporan tersebut pihak Yulwati Pernah dipanggil dua kali oleh pihak penyidik Polsek Sungai Penuh, yaitu tanggal 20 Mei 2015 dan 02 November 2015. Dan Sampai saat ini belum ada titik terang penanganan kasus tersebut.

Dari Keterangan Yulwati Saat  diwawancarai Geger Online mengatakan bahwa, awal terjadinya pencurian emas Hari Jum'at tanggal 27-02-2015, Ketika Saya dan suami (Gunawan Chandra) serta adik kandungnya Linda sedang tidak berada dirumahnya di Sungai Penuh. Saya dan suami ketika itu berada di Bandung, dan Linda ada di Padang, yang menunggu rumah adalah adik saya Ripin dan Efendi. Pada hari Kamis 05 Maret 2015 silam saya dan Linda pulang ke Sungai Penuh, sesampainya didalam rumah melihat satu buah ember berwarna putih tempat penyimpanan emas sudah berada di atas lemari, padahal diketahuinya ember dan emas tersebut ditanam oleh ayahnya Hasan di bawah tangga.

Hilangnya emas tersebut usut punya usut, harta warisan ayahnya tersebut diduga kuat diambil oleh Mintaria alias Kemeng, yang merupakan adik dari orang tuanya Hasan Alm, kuatnya dugaan tersebut dengan alasan bahwa, Mintaria dan Yulwati lah yang tahu tempat penyimpanan emas tersebut, dan ketika Yulwati dan suaminya serta Linda berada diluar daerah, Mintaria alias Kemeng sempat menginap dirumahnya di Sungai Penuh, hal ini diketahui dari tetangganya yang memberitahu Via telepon kepada Yulwati dan suami. Dan perkara pencurian emas tersebut sudah diakui oleh Mintaria alias Kemeng kepada Yulwati disaksikan oleh M. Zulhajri Rusan (Tokoh Adat Sungai Penuh)

Dari keterangan yang dihimpun Media Geger Online, Sejumlah barang  bukti sudah diamankan oleh pihak Polsek Sungai Penuh, dan Sepuluh orang saksi sudah diperiksa, ternyata belum juga mampu membuat kasus ini terang, ini agak aneh. Seharusnya dengan petunju, saksi, dan alat bukti yang ada polisi sudah bisa meningkatkan status Hukumnya, Lambannya penanganan Kasus ini diduga kuat adanya permainan kotor antara penyidik, Mintaria dan yang diduga penadah emas curian tersebut H. Ar.

Lambannya Penanganan Kasus Pencurian tersebut yang ditangani oleh Polsek Sungai Penuh, Yulwati selaku korban meminta kepada Kapolres Kerinci untuk mengambil alih penanganan kasus tersebut karna kasus ini  sudah satu tahun lebih ditangani polsek Sungai Penuh, dan apa bila terbukti saya mohon agar para pelakunya di penjarakan. Ujar Yulwati.

Geger, Penemuan Mayat Diduga Korbannya Neti.

On 1:17:00 AM




 
Sungai penuh, Jambi, GO.
Masyarakat Kota Sungai Penuh Digegerkan oleh penemua mayat yang diduga Neti Marleni 36 Tahun warga Desa Koto Lolo Kecamatan Pesisir Bukit Kota Sungai Penuh Provinsi Jambi. Yang diketahui tiga Minggu belakangan ini  menghilang.
Mayat yang diduga Neti Marleni seorang Suverpesor di PT. Telkomsel  ini ditemukan oleh Agustoni warga kecamatan Koto Baru didalam jurang yang berkedalaman seratus meter dari permukaan jalan di Km 10 Jalan Sungai Penuh-Tapan.
Kasus penemuan mayat tersebut dilaporkan oleh Agustoni kepada pihak Polsek Kota Sungai Penuh, kemudian pihak Polsek bersama tim TRC BPBD Kota Sungai Penuh langsung Menuju Lokasi penemuan mayat di KM 10. Dan Selanjutnya mayat dibawa ke RSUD Mayjen H.A Thalib, untuk dilakukan Outopsi, sambil menunggu Dokter Tim Forensik dari Padang Sumatra Barat.
Saat dilokasi penemuan mayat tersebut pihak polisi menemukan barang-barang yang diduga milik Neti, Seperti, satu buah cincin emas, Baju batik, jilbab, dan satu buah travel bag besar yang diduga kuat milik Neti.
Hal tersebut dipastikan oleh Elpia rekan kerja  korban dan Yesi adik kandung korban, ketika dirinya melihat langsung barang milik korban di Rumah Sakit.
Kapolsek Sungai Penuh Akp, Rustam membenarkan adanya penemuan mayat yang diduga Neti, Namun untuk kepastiannya masih menunggu pihak tim forensik dari Padang.

Polres Kerinci  Ditantang "Ungkap Kasus Kematian Zubaidah"

On 4:54:00 PM

Sungai penuh, Jambi, GO.
Kasus penemuan mayat Zubaidah 13 Tahun Siswi  yang masih duduk di bangku kelas satu MTS Negeri Penawar ini, adalah warga Desa Koto Tebat Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, yang telah dilaporkan oleh Sapril Bin Gepuk Kepada Polsek Sektor Air Hangat Timur tanggal 16 maret 2016 dengan Bukti Tanda Lapor Nomor : BTL/52/III/2016/Jambi/Res Kerinci/Sek Aht, nampaknya belum menemui titik terang. Kendati pihak pelapor, korban, saksi, dan terlapor telah  diperiksa oleh pihak polisi, namun sampai saat ini tidak ada kejelasan dan kepastian hukum bagi pelapor dan keluarga korban.

Dari keterangan Ramna nenek korban saat diwawancara awak media ini mengatakan, bahwa Zubaidah tinggal serumah dengannya sejak kedua orang tuanya pergi merantau ke Negara Malaysia. Awal terjadinya Kematian Zubaidah, pada hari minggu tanggal 13 maret 2016 Sekira pukul 08 Wib, Elsa  warga Koto tebat yang merupakan teman satu sekolah Korban, datang kerumahnya untuk menemui Zubaidah, tetapi saat itu Zubaidah masih tidur, dan lantas Elsa pulang, tidak berapa lama berselang sekira jam 09 Wib, Elsa datang lagi dan bertemu Zubaidah, kemudian Elsa mengajak Zubaidah jalan-jalan, tetapi dilarang oleh Ramna.

Masih dihari yang sama sekira pukul 11 Wib, Elsa datang lagi dengan mengendarai sepeda motor, kedatangan ketiga kalinya Elsa langsung ketemu dengan Zubaidah, selanjutnya Elsa pamitan kepada nenek Zubaidah untuk mengajak cucunya jalan-jalan, dia sempat melarang, karna Elsa mengatakan sebentar saja, akhirnya Ramna mengizinkan cucunya pergi bersama Elsa.

Kemudian Sekira pukul 17 Wib, Elsa datang menemui Ramna dengan mengatakan "Nek segera tutup warung, Zubaidah sudah hilang" lanjut Ramna.
Setelah mendengar cucunya hilang Ramna dan suaminya Sapril, bersama masyarakat Koto Tebat dengan ditemani oleh Elsa berbondong-bondong menuju tempat kejadian, mulai dari sore sampai tengah malam masyarakat mencari namun Zubaidah tidak juga ditemukan. Akhirnya masyarakat kembali kerumah masing-masing, kemudian Ramna menemui Tina  yang merupakan teman Elsa, kepada Tina dirinya menanyakan siapa teman Kalian yang sering menelepon Elsa ? Tina menjawab yang sering menelepon dan SMS Elsa adalah Toni warga Desa Sungai Medang.

Dia menambahkan, Selanjutnya dengan ditemani oleh keponakan, saya mendatangi rumah Toni dan bertemu dengan kedua orang tua dan keluarganya, setelah berbincang saya minta nomor HP Toni,  kemudian saya langsung menghubungi Toni dan menanyakan Apakah kamu yang membawa Zubaidah ? Toni menjawab, tanya saja kepada Elsa sambil menutup HP nya. Merasa tidak puas Ramna meminta agar kakak Toni untuk menelepon kembali adiknya, dan jawabannya sama "Tanyakan kepada Elsa dimana Zubaidah".

Keesokan harinya Senin 14 maret 2016 pukul 05 Wib, kakek dan nenek Zubaidah kembali ke Air terjun Sungai Medang dan bertemu dengan Elsa bersama  tiga orang temannya yang akan menunjukkan tempat dimana Zubaidah hilang, setiba diatas bukit, Elsa menunjukkan kearah air terjun, dan berkata disinilah tempat Zubaidah hilang. Masyarakat langsung bergerak menuju lokasi yang ditunjukkan Elsa. Dan kemudian menemukan  Zubaidah yang sudah tidak bernyawa lagi dalam kondisi setengah bugil. Ungkap Sapril, yang ada di tempat penemuan mayat Zubaidah saat itu.

Kasus ini mengundang perhatian banyak pihak tak ketinggalan Asrizal, Aktivis Senior Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR) Angkat bicara, Menurutnya
Kematian Zubaidah sampai saat ini belum terungkap dan masih misteri, kasus ini telah dilimpahkan ke polres kerinci oleh pihak Polsek Air Hangat Timur sesuai dengan surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan nomor :  B/52/IV/2016/Reskrim  tanggal 4 april 2016 kepada Safril Bin Gapuk selaku pelapor. Kita minta agar pihak polres kerinci segera mengungkap kasus ini, jika tidak terungkap maka kepercayaan masyarakat terhadap polres kerinci makin menurun, apalagi ini menyangkut nyawa dan anak dibawah umur. kata Asrizal.

Ramna yang didampingi Sapril suaminya, mengatakan Bahwa kasus kematian cucunya Zubaidah banyak ditemukan kejanggan, dan telah dilakukan Visum pada hari Senin 14 maret 2016 oleh Dokter Desta Purwati di Rumah Sakit Mayjen H.A THALIB Kabupaten Kerinci. Kami berharap kepada polres Kerinci agar kasus yang telah kami laporkan ini dapat terungkap dan yang lebih pentingnya lagi mohon pihak polres  untuk menangkap pelakunya. Ujar Ramna kesal.

WALI KOTA AMBIL PAKSA ASET KABUPATEN ADI ROZAL DIAM

On 2:15:00 PM



Kerinci, GO

Revitalisasi Lapangan merdeka yang dilakukan Pemerintahan Kota Sungai Penuh terkesan dipaksakan nampaknya. Betapa tidak, proyek yang dilakasakan oleh PT Nina Arta Proganda Putri dengan nilai kontrak Rp 4.940.598.000 ( Empat Milyar Sembilan Ratus Empat Puluh Juta Lima Ratus Sembilan Puluh Delapan Ribu Rupiah ) dengan sumber dana APBD Kota Sungai Penuh  Tahun 2015 di bawah Bidang Tata Ruang DPU  Kota Sungai Penuh ini sudah dicekal oleh DPRD Kota Sungai Penuh namun tetap berlanjut pengerjaanya sampai sekarang.

Salah seorang anggota Banggar DPRD Kota Sungai Penuh mengatakan bahwa, Untuk Revitalisasi lapangan merdeka Kota Sungai Penuh baru masuk tahap perencanaan anggaran dan belum ada anggaran karena terkait masalah penyerahan Aset yang belum selesai sampai sekarang. " pembangunan itu ( Lapangan Merdeka red ) masih tahap perencanaan, belum ada anggaran tapi kok sudah dilaksanakan." lebih lanjut dia mengatakan komisi III DPRD Kota Sungai Penuh telah melakukan sidak kelapangan tanggal 23 - 24 Oktober 2015 dan secara tegas menyatakan untuk dihentikan pengerjaan Lapangan Merdeka kerena dinilai AJB melaksakan pembangunan diatas aset yang belum jelas serah terimanya sampai sekarang.

Sementara itu, ketua komisi III DPRD Kota Sungai Penuh Hardizal,S,Sos,MH. mengatakan bahwa Aset - aset Pemda Kerinci yang dirusak dan yang masih bisa dimanfaatkan seperti material Batu dan yang lainnya belum ada berita acara penyerahan aset sampai sekarang, dan yang lebih parah lagi hasil pembongkaran tersebut di bawa ketanah kampung dan ditumpuk di lokasi tanah kolega Walikota itu sendiri sambung Fahruddin Ketua Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh. 

Saat awak media menanyakan kejelasan aset lapangan merdeka kepada DPRD Kota Sungai Penuh beberapa waktu yang lalu dengan di dampingi ketua LSM Geger Zoni Irawan, salah seorang anggota DPRD Kota Sungai Penuh menunjukan Surat Keterangan tanah Nomor : 01/ DPT.7/ 1/ 20007 yang ditanda tangani oleh Depati Nan Bertujuh Permanti Nan Sepuluh Pemangku Nan Baduo beserta Ngabi Teh Setio Bawo Karang Setio Nan Semangkuk dan diketahui oleh Bupati Kerinci H. Fauzi Siin tahun 2007 menerangkan bahwa Lapangan Merdeka Dikelola Oleh Pemerintahan Daearah Kabupaten Kerinci sebagai tempat Upacara Bendera dan Kegiatan Perayaan Lainnya.

Artinya sudah jelas bahwa Lapangan merdeka secara sah masih terdaftar sebagai aset Kabupaten Kerinci dan belum ada serah terima mengenai aset lapangan Merdeka sampai dengan sekarang.
dilain tempat ketua DPRD Kabupaten Kerinci Arpan Kamil, SPd mengatakan kepada awak media ini bahwa sampai sekarang belum ada laporan sama sekali dari pihak Pemerintahan Kabupaten terkait masalah Revitalisasi Lapangan Merdeka.

PENGEROKAN TANAH SUNGAI AKAR KIAN MENJADI

On 2:10:00 PM


Sungai Penuh, GO

Berdasarkan surat Kepala Desa Pelayang Raya no 140/34/Pem/2014 tanggal 3 Februari 2014 yang ditujukan kepada Camat Sungai Bungkal dan Surat no 140/89/Pem/2015 tanggal 10 Maret 2015 yang ditujukan kepada Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, tentang keberatan masyarakat Dusun Sungai Akar Desa Pelayang Raya Kecamatan Sungai Bungkal Kota Sungai Penuh dan desakan masyarakat Sungai Akar kepada wali kota sungai penuh untuk menghentikan kegiatan yang merugikan masyarakat dan kota Sungai Penuh sampai saat ini tidak ada tindakan sama sekali baik itu dari pihak Pemerintahan Kota Sungai Penuh maupun dari pihak DPRD kota Sungai Penuh itu sendiri.

Pasalnya pengerokan tanah yang terjadi di Dusun Sungai Akar Desa Pelayang Raya Kec. Sungai Bungkal sampai saat ini semakin menjadi – jadi.

Dari investigasi yang berhasil dihimpun awak media ini dilapangan beberapa hari yang lalu, terlihat alat berat masih aktif melakukan pengerokan tanah di wilayah dusun Sungai Akar Desa Pelayang Raya. Dengan terjadinya pembiayaran yang dilakukan oleh pihak Pemerintahan kota Sungai Penuh dan DPRD Kota Sungai Penuh membuat masalah ini menjadi trending topik dikalangan LSM dan Wartawan yang ada di Kab. Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Betapa tidak, pengerokan tanah yang dilakukan oleh oknum warga yang berinisial “Mr” di Sungai Akar merupakan masalah yang vatal dan akan berdampak langsung terhadap masyarakat yang ada di sekitar lokasi tersebut dan berdampak terhadap infra struktur yang telah di bangun dengan menggunakan uang negara milyaran rupiah malah di pandang “enteng” oleh para pesohor – pesohor yang ada di Kota Sungai Penuh.

Hal ini menuai banyak kritikan pedas dari berbagai LSM dan wartawan yang ada di Kab. Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Mereka menganggap DPRD Kota Sungai Penuh bak “Macan Ompong” alias DPRD Kota Sungai Penuh Tak Punya Nyali.

Sebut saja Zoni Irawan, Ketua LSM Geger Kab. Kerinci saat diminta tanggapannya beberapa waktu yang lalu mengatakan bahwa dia sudah kordinasi langsung dengan Komisi I DPRD Kota Sungai Penuh mengenai Surat keberatan Masyarakat Dusun Sungai Akar.

Dan pihak DPRD Kota Sungai Penuh mengatakan akan Segera sidak Kelapangan untuk melihat lokasi pengerokan tanah tersebut, namun sampai berita ini dilangsir DPRD Kota Sungai Penuh belum melihat lokasi tersebut. “ ya saya sudah berkordinasi dengan DPRD Kota Sungai Penuh Dalam hal ini Komisi I beberapa waktu yang lalu mengenai pengerokan tanah yang terjadi di Sungaia Akar, mereka ( DPRD Kota Sungai Penuh Red ) mengatakan akan segera turun kelapangan, namun sampai saat ini pengerokan tanah tersebut masih berjalan malah tambah parah. Saya menilai DPRD Kota Sungai Penuh ibarat macan ompong alias tak punya nyali untuk menghentikan aktivitas yang merugikan masyarakat tersebut.” Lebih lanjut “bang Zoni” sapaan akrabnya mengatakan kepada awak media ini bahwa pengerokan tanah yang dilakukan oleh oknum “Mr” jelas – jelas bertentangan dengan hukum kok malah dibiarkan, untuk pertambangan rakyat salah satu poinnya tidak boleh menggunakan alat berat, jauh dari pemukiman masyarakat, dan harus ada izin yang jelas dari pihak Disperindag dan ESDM kota Sungai Penuh karena hal ini berkaitan dengan Pendapatan Asli Daerah ( PAD ).

Dengan adanya pembiayaran yang dilakukan oleh Pemkot Sungai Penuh dan DPRD Kota Sunagi Penuh pengerokan yang berlangsung di dusun Sungai Akar Desa Pelayang raya akan berakibat vatal bagi warga di sekitar lokasi tersebut dan bahkan kota Sungai Penuh itu sendiri.

Betapa tidak, Disaat musim hujan seperti saat sekarang ini daerah tersebut sangat rawan longsor dan letak geografis daerah pengerokan tanah tersebut berada di hulu sungai yang  membelah kota Sungai Penuh, Jika aktivitas pengerokan tanah dibiarkan berlarut – larut dengan kondisi cuaca yang musim hujan seperti sekarang ini sangat tidak mustahil jika suatu ketika Kota Sungai Penuh akan di hanyutkan oleh air Bah akibat pengikisan tanah yang sudah akut oleh tangan – tangan yang tidak bertanggung jawab.

PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI KERINCI CACAT MUTU

On 2:04:00 PM


PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI KERINCI CACAT MUTU

Kerinci, GO

Pembangunan Irigasi D.I Siulak Deras Kabupaten Kerinci tahun 2015 di bawah Direktorat Jenderal sumber Daya Air di lingkungan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI  diduga cacat mutu dan gagal kontruksi. Betapa tidak, begitu banyak ditemukan kejanggalan dilapangan yang terlihat pada proyek yang menelan biaya lebih kurang 28 Milyar ini, seperti tidak adanya papan merk pada setiap lokasi pengerjaan proyek, dan yang lebih parah lagi pada suatu lokasi ditemukan dinding Irigasi yang ambruk.

Pembangunan D.I Irigasi Siulak Deras Dilingkungan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI yang berlokasi di Kabupaten Kerinci ini belum selesai namun sudah banyak yang ambruk seperti yang terdapat pada foto di atas. Pasalnya proyek yang di duga milik saudara Bambang Hidayat Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera VI di laksanakan oleh salah seorang anggota DPRD Kabupaten Kerinci yang berinisial “BE” dari fraksi Golkar ini terkesan asal jadi.

Dari sumber yang dapat dipertanggung jawabkan menyebutkan bahwa dari anggaran APBN yang di kelola oleh Dirjen SDA Dilingkungan Balai Wilayah Sungai Sumatera VI yang mencapai puluhan Milyar Rupiah di bagi menjadi beberapa bagian seperti :
1.    Paket pekerjaan “Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Siulak Deras Kab. Kerinci dengan Pelaksana PT Anugerah Bintang Kerinci nilai kontrak 7.293.000.000,  Tggl Kontrak 30 April 2015
2.    Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier D.I Siulak Deras Kab. Kerinci Paket I pelaksana PT Anugerah Bintang Kerinci dengan nilai kontrak 5.916.000.000, Tggl kontrak 29 April 2015.
3.    Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier D.I Siulak Deras Kab. Kerinci Paket II Pelaksana PT Wirasta Karya dengan nilai Kontrak 2.673.700.000, Tggl Kontrak 29 April 2015.
4.    Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier D.I Siulak Deras Kab. Kerinci Paket III Pelaksana PT Pilar Prima Mandiri dengan nilai Kontrak 4.522.652.000, Tggl Kontrak 29 April 2015.
5.    Paket pekerjaan “Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I Batang Sangir Kab. Kerinci dengan Pelaksana PT Bahana Kharisma nilai kontrak 7.085.050.000,  Tggl Kontrak 30 April 2015

Dari keterangan salah seorang warga Desa Koto Payang Kec. Depati Tujuh Kab. Kerinci menyebutkan bahwa Keadaan proyek Irigasi yang berlokasi di Desa Koto Payang sangat mengkuatirkan, seperti ambruknya tembok Irigasi yang bersentuhan langsung dengan sawah masyarakat. “ kami sangat kuatir dengan keadaan Irigasi ini, belum sampai 3 bulan sudah ambruk oleh hujan 1 malam. Jika kami sedang bercocok tanam tentulah kami akan rugi besar.”

Melihat kondisi seperti ini, Ketua LSM Geger angkat bicara. Dia mengatakan bahwa proyek Irigasi yang di kelola oleh Balai Wilayah Sungai Sumatera VI yang berlokasi di Kabupaten Kerinci berpotensi merugikan Negara Milyaran Rupiah. “ ya, saya sudah menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya Irigasi yang ambruk di Desa Koto Payang Kec. Depati Tujuh, dan setelah saya turun kelapangan saya berani menyimpulkan bahwa Proyek ini cacat mutu dan gagal kontruksi.” Lebih lanjut dia mengatakan bahwa proyek yang bernilai milyaran rupiah ini sangat berpotensi merigikan Negara milyaran rupiah.