Dewan Kaget Adanya Anggaran Pembukaan Jalan Baru Karya Bakti

On 8:17:00 PM



Dewan Kaget Adanya Anggaran Pembukaan Jalan Baru Karya Bakti


SUNGAIPENUH,GO-Paska banjir bandang pasir dan lumpur terjadi di Desa Karya Bakti yang disebabkan adanya pembukaan jalan baru diatas bukit Desa Karya Bakti membuat kaget anggota DPRD Kota Sungaipenuh. Kagetnya Dewan disebabkan Dewan tidak pernah merasa membahas dan menyetujui anggaran tersebut.

"Saya selaku anggota Banggar DPRD kaget. Kenapa anggaran itu muncul sedangkan anggaran itu tidak pernah dibahas dan disetujui Dewan," ujar M Sanusi anggota DPRD Kota Sungaipenuh.

Dirinya mencurigai masih ada anggaran lain yang tidak dibahas dan belum disetujui Dewan masuk dalam kegiatan.

 "Kita mencurigai bukan ini saja anggaran ' naik ditengah jalan' mungkin masih banyak lagi. Sebab ketika kami Dewan minta DPA ke eksekutive sampai sekarang belum juga diberikan," tutur anggota DPRD yang dikenal vokal tersebut.

 Timbulnya kecurigaan bahwasanya banyaknya anggaran Pemkot tanpa melalui persetujuan DPRD antara lain disaat evaluasi anggaran di Provinsi Jambi Dewan tidak diikut sertakan dengan alasan bahwa tidak adanya anggaran bagi Dewan untuk ikut serta. Malah, kata dia, usai evaluasi di Jambi Eksekutive tidak membahasnya kembali bersama Dewan.

"Saat evaluasi Dewan tidak dibawa.Setelah evaluasi semestinya dilakukan lagi pembahasan kembali hasil evaluasi dari Provinsi antara TPAD dengan Banggar Dewan. Tapi itu tidak dilakukan," tegas Ketua Nasdem Kota Sungaipenuh. (fyo)

Kapolres Kerinci Bak Selebriti

On 7:17:00 AM



Kapolres Kerinci Bak Selebriti

KERINCI,GO-Suasana ruang rapat paripurna DPRD Kerinci, Senin, (15/5) siang tadi tidak seperti biasanya. Setelah DPRD menggelar paripurna penyampaian ramperda oleh Bupati Kerinci Adi Rozal. 

Atas permintaan DPRD Kapolres Kerinci AKBP Dwi Yulianto memperkenalkan diri diatas podium.

 Menariknya, usai memperkenalkan diri, anggota DPRD Kerinci langsung mengerubungi Kapolres untuk berfoto. Bermacam macam tingkah Dewan supaya berfoto dengan Kapolres. 


Ada yang selfi dan adapula minta di abadikan oleh temannya. "Saya ini seperti Pak Gubernur (Zumi Zola),"canda Kapolres kepada anggota Dewan yang berfoto bersamanya. (Dd)

Zamroni SH : Surat Nikah Siri Tak Berlaku Buat Akta Anak

On 5:58:00 AM


Zamroni SH : Surat Nikah Siri Tak Berlaku Buat Akta Anak
Sungai Penuh, GO-Pengurusan akta kelahiran anak wajib melengkapi syarat-syarat yang di butuhkan dalam pengurusan akta anak. Hal ini berdasarkan syarat yang di butuhkan dalam mengurus akta kelahiran. Anak yang lahir dari nikah siri tidak dapat terdata di penduduk.
 
Kadis Dukcapil Kota Sungai Penuh Zamroni SH kepada GO mengatakan hal itu. Ia mengatakan, salah satu syarat mutlak yang harus di penuhi adalah dengan surat nikah dari Kementrian Agama/ Kantor Urusan Agama (KUA).
 
“Bagi yang nikah siri tidak bisa mengurus akta kelahiran bayi, atau tidak dapat terdata di penduduk. Oleh karena itu wajib melengkapinya dengan keterangan surat nikah dari Kementrian Agama,” ujar Zamroni, Selasa, (9/5) kemarin.
 
Di Kota Sungai Penuh Zamroni membenarkan ada beberapa warga yang hendak mengurus akta kelahiran anak dari hasil pernikahan di bawah tangan. Namun ia tetap mengacu pada peraturan yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

“Ada warga yang hendak mengurus akta anaknya, namun tidak di lengkapi dengan syarat yakni surat nikah dari KUA namun dalam hal ini tetap kita tolak,” terangnya.

SPTV di Tangan Khaidir Tidak Maju, Rp. 7,5 M Dinilai Sia-sia?

On 5:21:00 AM




SPTV di Tangan Khaidir Tidak Maju, Rp. 7,5 M Dinilai Sia-sia?
SUNGAIPENUH,GO-Penggunaan dana operasinal Sungaipenuh TV oleh Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kota Sungaipenuh Khaidir,SPy perlu diusut. Pasalnya, Khaidir yang juga merangkap sebagai direktur utama SPTV diduga menggunakan dana tidak sesuai dengan SOP.
 
"Setiap tahun dana SPTV ini Rp 2,5 milyar, Pak Khaidir itu sudah mengelola selama 3 tahun. Total yang dikelola semuanya Rp 7,5 milyar," ujar sumber.
 
Menurut sumber didalam pelaksanaan operasinal SPTV banyak terdapat kejanggalan, seperti dalam penerapan operasional SPTV tidak sesuai dengan SOP disaat para kru SPTV di didik khusus di Bandung.
 
"Kami didik di Bandung dengan menggunkan dana APBD. Tidak sedikit dana untuk itu, sekembalinya Bandung kami sudah dibekali ilmu pengetahuan dan memberikan masukan dan laporan tentang SOP penyiaran Televisi kepada Direktur. Namun SOP yang kami berikan tidak digubris oleh Khaidir," terang sumber.
 
Sumber memaklumi adanya kekecewaan dari masyarakat yang mencintai SPTV untuk menyiarkan beritayang aktual dan berbeda setiap siaran.
 
"Kami sangat memaklumi itu, dan sekarang memang siaran yang ditampilkan itu dan itu saja. Cuma apa daya kami tidak bisa berbuat banyak karena dibawah komando Direktur," terangnya.
 
Dengan dikelolanya SPTV oleh Kadis Infokom Alfian dirinya berharap ada perubahan yang signifikan dan meninggalkan pola-pola lama yang diterapkan Khaidir tersebut.
 
"Kami ini berharap adanya perubahan di tangan Pak Alfian. Kita tidak ingin dana milyaran rupiah dikucurkan APBD itu sia-sia tanpa adanya kepuasan dari masyarakat," terangnya.
 
Sementara itu Kadis Infokom belum berhasil dikonfirmasi ketika dihubungi nomor hpnya tidak aktif bahkan sms yang di kirim hingga kini belum ada balasan. (Tim)

Hindari Banjir Susulan, Desa Sanggaran Agung Minta Bangun Drainase

On 10:01:00 AM


Hindari Banjir Susulan, Desa Sanggaran Agung Minta Bangun Drainase
Kerinci, GO- Tidak pernah banjir kini sudah banjir, sejak dibangunnya jalan Nasional di Desa Sanggaran Agung Kecamatan Danau Kerinci tepatnya hari minggu 1 mei 2017 kemaren.

Yang mana drainase yang tidak berfungsi yang mengakibatkan kenaikan air hingga lutut orang dewasa. Hal ini di benarkan oleh Kepala Desa Sanggaran Agung Harkani S.Sos kepada GO.

"Saya lihat banyak sekali material yang menutupi arus air, sehingga memudahkan kiriman air dari hulu meluap. Kemudian terjadi banjir," kata Kades.

Agar tidak terjadi lagi, ia berharap agar pembangunan drainase di daerah yang rawan banjir segera di realisasikan, mengingat cuaca ekstrim yang bisa datang kapan saja.

“Pemerintah daerah dapat melakukan tindakan segera pada warga yang terkena banjir yakni pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu,” pintanya.

Hal senada juga di sampaikan oleh warga Sanggaran Agung berinisial Abror, dengan kejadian banjir yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

"Ini awal dari kesadaran pemerintah daerah agar segera turun tangan untuk melihat langsung kejadian bencana banjir ini, dan segera membuat drainase agar banjir tidak terjadi lagi," ujarnya lagi. (ind)

Dewan : Dari Pada RS Pratama Lebih Baik Dananya Untuk Peningkatan Pelayanan Puskesmas

On 10:22:00 AM


Dewan : Dari Pada RS Pratama Lebih Baik Dananya Untuk Peningkatan Pelayanan Puskesmas
SUNGAIPENUH,GO-Zulhadri anggota DPRD Kota Sungaipenuh menyayangkan batalnya upaya Walikota Sungaipenuh Asyafri Jaya Bakri mewujudkan Rumah Sakit Khusus Stroke di Kota Sungaipenuh.
 
Apa lagi dana APBD yang telah digelontorkan untuk RS itu sudah mencapai Rp. 33 Milyar. Kedepan penerusan pembangunan Rumah Sakit ini perlu dievaluasi kembali.
 
“Batalnya keinginan kita untuk mewujudkan RS Khusus merupakan suatu tamparan bagi kita. Dan anggaran ini harus dievaluasi kembali,"ujar anggota DPRD dari PAN Zulhadri.
 
Perubahan Rumah Sakit Khusus menjadi Rumah Sakit Pratama tidak hanya berubah dari segi pelayanan saja. Akan tetapi juga berubah dari perencanaan fisik bangunan dan ruang pelayanan.
 
“Imbasnya ini sangat besar sekali. Bukan hanya pelayanan yang berubah. Bagunannya juga dirubah dari rencana awal. Dengan perubahan itu banyak sekali dana daerah yang dirugikan. Ingat, melakukan kegiatan awalnya sudah salah dimulai dari perencanaan tentu hasilnya salah,” terangnya (dde)

Zola Harap Normalisasi Sungai Solusi Cegah Banjir

On 8:31:00 AM


Zola Harap Normalisasi Sungai Solusi Cegah Banjir 

Jambi,GO - Gubernur Jambi, H. Zumi Zola, S.TP, MA mengharapkan agar normalisasi sungai dan aliran air yang sedang dilakukan bisa menjadi solusi dalam mencegah banjir. Hal itu disampaikannya saat Meninjau pembongkaran tembok untuk pelebaran sungai dan aliran air, bertempat di Jalan Prof. DR. M. Yamin SH Kelurahan Payo Lebar, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Kamis (04/05/2017) sore.

Gubernur Zola menjelaskan, beberapa waktu lalu, Pemerintah Provinsi Jambi telah meninjau lokasi yang sering terjadi banjir saat hujan deras, karena pendangkalan sungai dan kurangnya tempat resapan air.
"Saat ini kita berada di lokasi kemarin untuk membuka penyempitan sungai dan aliran air yang menyebabkan banjir tersebut," kata Zola.

"Kemarin kita sudah lakukan normalisasi sungai dan aliran air, walaupun masih banjir tapi volumenya tidak terlalu besar, sekarang kita lakukan lagi pembongkaran tembok untuk membuka penyempitan sungai dan aliran sungai agar air dapat mengalir dengan baik," lanjut Zola.

Gubernur Zola mengharapkan pembongkaran yang dilakukan menjadi solusi untuk mengatasi banjir setelah kemarin dilakukan normalisasi sungai dan aliran air sehingga banjir tidak terjadi lagi. Ia mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi telah membicarakan dan menjelaskan dengan pemilik bangunan untuk melakukan pembongkaran tembok agar penyempitan sungai bisa diatasi.

“Pemilik bangunan menyambut dengan baik, karena semua ini untuk kepentingan masyarakat banyak,” ungkap Zola.

Setelah pembongkaran lebar sungai dan aliran air menjadi 3 meter. “Yang tadinya hanya 1 meter akibat penyempitan, dan pembongkaran sepanjang 8 meter ini diharapkan membuat aliran air menjadi lancar dan tidak terjadi banjir lagi," jelas Zola.

Lebih lanjut, kata Gubernur menuturkan Pemerintah Provinsi Jambi telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Jambi, untuk titik yang rawan banjir bisa difasilitasi dan dilakukan normalisasi sungai dan aliran air. “Serta melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang mengakibatkan penyempitan sungai dan aliran air terkait hal ini sudah kita koordinasikan bersama pemerintah Kota Jambi,” ungkapnya.

RS khusus Tak Disetujui, ini Penjelasan RS Pratama Kota Sungai Penuh

On 11:09:00 PM




RS khusus Tak Disetujui, ini Penjelasan RS Pratama Kota Sungai Penuh
Sungai Penuh,GO-Tidak disetujuinya pembangunan Rumah Sakit Khusus oleh Kementrian Kesehatan menuai kekecewaan bagi masyarakat Sungai Penuh. Apalagi, Walikota Sungai Penuh Asyafri Jaya Bakri sebelumnya terus menggembar gemborkan pelaksanaan pembangunan RS Khusus milik Pemkot.

Padahal, dana yang dikucurkan hingga saat ini sudah Rp 27 milyar dari Rp 200 milyar. Lantas bagaimana bentuk Rumah Sakit Pratama itu ? Berdasarkan Peraturan mentri Kesehatan Rumah Sakit Pratama merupakan rumah sakit kelas D.

“Berdasarkan PMK nomor 2014. Rumah Sakit Pratama itu adalah Rumah Sakit Umum yang hanya menyediakan pelayanan perawatan kelas tiga. Iya Rumah Sakit tipe D,"ujar Direktur LSM Gema Gugatan Rakyat Zoni Irawan.

Selain itu, persyaratan untuk mendirikan Rumah Sakit Pratama dinilainya tidak memenuhi syarat. Yaitu, masih dalam PMK, lokasi untuk pembangunan Rumah Sakit Pratama adalah merupakan daerah tertinggal, kabupaten kurang berkembang dan penduduk relative tertinggal. Selain itu RS Pratama dapat didirikan di daerah yang belum tersedia rumah sakit dan jauh jangkauan dari Rumah Sakit.

“Kita melihat, persyaratan untuk RS Pratama tidak memenuhi kriteria. Sebaiknya Walikota tidak meneruskan Pembangunan RS yang kurang bermanfaat apalagi dana yang dikucurkan sampai Rp. 200 milyar. Efektivekan saja puskesmas yang ada dan lengkapi semua fasilitas dan SDMnya,”ujarnya.(fyo)

Waduh... ! Rumah Sakit Khusus Kota Sungai Penuh Tidak Disetujui Menkes

On 4:50:00 AM


Waduh... ! Rumah Sakit Khusus Kota Sungai Penuh Tidak Disetujui Menkes 

SUNGAIPENUH,GO-Program Pemerintah Kota Sungaipenuh untuk membangun Rumah Sakit Khusus yang berlokasi di Desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal, Kota Sungaipenuh ternyata tidak disetujui Mentri Kesehatan
.
"Rumah Sakit khusus tidak jadi. Tidak jadinya dibangun Rumah Sakit Khusus karena tidak disetujui Menkes. Pernyataan itu langsung disampaikan oleh AJB disaat paripurna LKPJ"ujar Parno Tegane Staf Ahli Partai Gerindra kepada GO.

Dijelaskannya, meski Rumah Sakit Khusus tidak disetujui Mentri, Pembangunan Rumah Sakit tetap dilakukan dengan nama Rumah Sakit Pratama.
"Dalam tanggapannya, Rumah Sakit itu disetujui Rumah Sakit Pratama,"ujarnya. (tim)

Komisi III DPRD Sungai Penuh Akan Undang Ketua Asosiasi Hering

On 8:56:00 PM


Komisi III DPRD Sungai Penuh Akan Undang Ketua Asosiasi Hering

KERINCI,GO-Ketua Komisi III DPRD Kota Sungaipenuh, Hardizal menyikapi serius terkait surat terbuka ketua Asosiasi pengusaha kontraktor GAPEKNAS Novianto Damunir ke LKPP.

"Komisi III akan undang asosiasi hering" ujar Hardizal.

Menurut ketua DPC PDI-P ini, apa yang disampaikan oleh ketua GAPEKNAS merupakan terobosan dan keberanian dalam menyampaikan pendapat, bahkan dirinya berharap ketua asosiasi lainnya juga menyampaikan hal serupa nantinya, dengan tujuan demi kepentingan daerah yang bebas dari intervensi, persekongkolan dalam mengatur lelang.

"Dalam hering nanti, kita minta mereka terbuka, serta menyampaikan data data yang akurat kepada kita. Jangan takut, ini tugas kita bersama dalam menyelamatkan keuangan negara,"pintanya.

Ditambahkannya, dalam hering nanti supaya diekspose oleh media massa. "Silakan media masa untuk mengeksposnya. Bagus atau buruknya negeri ini tergantung kita semua dalam melakukan pengawasan,"harap ketua DPC - PDI Perjuangan Kota Sungai Penuh.


CPNS Kerinci Menunggu Moratorium, SK Bidan dan Penyuluh Dalam Pemberkasa

On 7:07:00 PM



CPNS Kerinci Menunggu Moratorium, SK Bidan dan Penyuluh Dalam Pemberkasan
Kerinci, GO-Penerimaan Calon Pegawai  Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Kerinci masih menunggu moratorium dari pemerintah Pusat.
 
Hal ini di katakan oleh Sekda Kabupaten Kerinci Afrizal HS ketika dikonfirmasi GO. “Kita masih menunggu moratorium dari pemerintah pusat,” katanya kemarin.
 
Yang baru saja di angkat hanya Penyuluh dan Bidan. “Pengangkatan Penyuluh dan tenaga Bidan SK nya langsung dari pemerintah Pusat,” sebutnya.
 
Terkait SK pengangkatan Penyuluh dan Tenaga Bidan masih dalam pemberkasan. SK nya masih dalam pemberkasan pemerintah Pusat.  “Kepala BKD masih di Jakarta untuk mengurus pemberkasan SK. Mudah-mudahan SK nya cepat keluar,” ungkap Sekda. (fyo/fer)

Disaksikan Mentri BUMN Adi Rozal Tandatangani Kesepakatan BUMDes

On 8:10:00 AM



Disaksikan Mentri BUMN Adi Rozal Tandatangani Kesepakatan BUMDes

JAKARTA,GO-Teroboson Pemda Kerinci menumbuh kembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) mendapat apresiasi dari Mentri BUMN Rini Sumarno.

Pasalnya, Kabupaten Kerinci merupakan salah satu dari delapan daerah yang sudah berhasil mengembangkan BUMdes yang modalnya berasal dari APBdes. Bahkan, Kamis siang tadi, Bupati Kerinci menandatangani kerjasama dengan PT Mitra BUMDes Nusantara yang disaksikan oleh Mentri BUMN Rini Sumarno, Dirut BRI, Dirut BNI, Kepala Bulog RI.

Di ball room hotel Luwansa Jakarta. Bupati Kerinci Adi Rozal mengatakan, penandatanganan kesepakatan tersebut merupakan wujud nyata dari keseriusan pemerintah daerah dalam mengentaskan kesenjangan ekonomi masyarakat desa.

“Penandatanganan kesepakatan ini wujud dari keseriusan pemerintah dalam mengentaskan kesenjangan ekonomi  masyarakat desa dan menambah lapangan pekerjaan masyarakat desa," ujar Bupati Kerinci H. Adi Rozal kepada GO. (fyo)

Kopi Arabika Kerinci Disertifikasi

On 7:56:00 AM


Kopi Arabika Kerinci Disertifikasi

JAKARTA,GO-Mantap ! Setelah keluarnya sertifikat hak paten kayu kulit manis (casiavera) Kabupaten Kerinci, yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla. Kini giliran kopi arabika Kerinci yang disertifikasi.
Dengan adanya sertifikat tersebut, kopi Kerinci semakin terkenal didunia internasional dan petani kopi semakin sejahtera.
“Selamat kepada Bupati Kerinci dan alumni IPMKA Mas Triono Jernih Jaya. Kopi kayo lah iluk nian. Semoga tambah sejahtera. Amin" tulis ferrenial farm melalui akun facebooknya.

Sertifikat yang diberikan oleh forum kekayaan intelektual Nasional di Hotel Indonesia Kepinski Jakarta Rabu malam ini merupa sertifikat indikasi geografis arabika Sumatera Koerinji yang diterima langsung oleh bupati H. Adi Rozal. (Fyo)

Zumi Zola –  Adi Rozal Semakin Mesra

On 6:29:00 PM


Zumi Zola –  Adi Rozal Semakin Mesra
KERINCI,GO-“Lautan Cinta” mewarnai pertemuan antara Gubernur Jambi Zumi Zola dengan Bupati Kerinc, Sabtu malam (15/4) lalu. Gubernur Jambi Zumi Zola berserta istri Hj Sherin Thalia tiba di Bumi Sakti Alam Kerinci, disambut langsung oleh Bupati Kerinci Adi Rozal di rumah Dinas Bupati Kerinci, Desa Air Teluh, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh. Teristimewanya, malam itu Zumi Zola berserta istri menginap di rumah dinas Bupati Kerinci.

Kunjungan kerja Zumi Zola, selama tiga hari di Kabupaten Kerinci merupakan sebuah ‘kado istrimewa’ bagi pemerintah dan masyarakat Kerinci. Betapa tidak, Zumi Zola dan Sherin Thalia juga ikut merayakan peringatan 3 (tiga) tahun kepemimpinan Adi Rozal – Zainal Abidin (ADZAN), dengan menggelar acara “Jalan Sehat Bersama Rakyat” Kerinci yang dipusatkan di lapangan sepak bola, pasar Senin, kecamatan Siulak, Minggu pagi (16/4).

Kemesraan antara Zumi Zola dan Adi Rozal tidak hanya sebatas urusan pemerintahan saja, diluar pemerintahanpun keduanya terlihat semakin mesra. Belumlah lama melepas lelah karena menempuh perjalanan yang amat jauh, dari Jambi, kemudian melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Merangin. Zumi Zola mengajak Bupati Kerinci Adi Rozal untuk bermain sepak bola, antara OPD Provinsi Jambi dan OPD Kabupaten Kerinci, Minggu sorenya.

“Pertemuan antara pak Gubernur dan pak Bupati sangat hangat sekali. Belumlah beliau melepas penat dan lelah usai menempuh perjalanan yang jauh. Pak Gubernur langsung mengajak pak Bupati untuk bermain bola,” kata Adi Supratman, Kasubbag Protokoler Pemkab Kerinci kepada GO.

Minggu pagi, dari rumah Dinas Bupati Kerinci, Gubernur Jambi Zumi Zola dan Bupati Kerinci Adi Rozal langsung bertolak menuju lokasi jalan sehat, keduanya didampingi oleh istri. Saat keduanya tiba di Siulak, ribuan pasang mata tertuju kepada Zumi Zola – Adi Rozal. Bahkan, keduanya disambut dengan penuh “Lautan Cinta”. Zumi Zola dan Adi Rozal larut dalam kegembiraan bersama rakyat.
 
“Riang (senang) hati kami ngimak (melihat) Zumi Zola dan Adi Rozal mesra nian (semakin mesra). Apo dikato uhang (apa yang dikatakan orang), Ngah Adi (Adi Rozal) dan Zumi Zola idak iluk hubungan tidak betul selamo ini (tidak bagus hubungan selama ini tidak betul. Padek nian uhang duo ni (hebat betul orang berdua ini). Kalau begini teruh, semakin maju Kinci (kalau begini seterusnya, Kerinci semakin maju,” Harap Novil warga Siulak yang mengikuti jalan sehat bersama rakyat tersebut.
 
Kegembiraan, Zumi Zola, Adi Rozal dan ribuan masyarakat yang mengikuti jalan sehat kembali berlanjut. Apalagi peserta jalan sehat dan masyarakat Kerinci dihibur oleh artis ibukota.  Finis di lapangan sepak bola pasar Senin, Siulak Gedang, keduanya membagikan door price kepada peserta. Jalan sehat  juga diikuti oleh anggota DPR-RI dari PAN H Bakri dan Wakil Ketua DPP PAN Dippo Ilham Jalil.
 
Usai melakukan jalan sehat, kemesraan Zola – Adi Rozal terus berlanjut. Usai Gubernur Jambi Zumi Zola menyerahkan secara simbolis program JKN, PKH di Hiang kepada Bupati Kerinci Adi Rozal dan Walikota Sungaipenuh Asyafri Jaya Bakri. Gubernur didampingi Bupati Kerinci meninjau pasar rakyat di Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut. GO langsung melihat keduanya kembali bersalaman dan berpelukan di depan pasar Hiang ketika mereka hendak berpisah. Menariknya, perpisahaan keduanya bukanlah perpisahaan Gubernur Jambi yang hendak meninggalkan Kerinci.
 
Akan tetapi, setelah perpisahan itu, Gubernur Jambi Zumi Zola dan Bupati Kerinci Adi Rozal kembali bertemu dilapangan Sepak Bola di Siulak dan kemudian dihari berikutnya mereka bersama – sama meninjau kolam ikan rakyat di Desa Pendung Talang Genting, kecamatan Danau Kerinci.
 
Dihadapan masyarakat Kerinci di Siulak, Gubernur Jambi amat terkesan dengan pembangunan Kerinci saat ini, dan juga terkesan dengan antusiasnya masyarakat Kerinci mengikuti jalan sehat dalam rangka peringatan tiga tahun kepeminpinan Adi Rozal – Zainal Abidin. Bahkan, Gubernur meminta kegiatan tersebut supaya terus dilakukan guna mempererat siraturahmi antara Pemerintah dan masyarakat. 

“Acara ini merukan langkah positive untuk membangkitkan nilai – nilai kebersamaan dan kepedulian gotongroyong. Melalui acara ini saya mengajak masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan daerah, agar kedepan lebih baik lagi dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ajak Zumi Zola.(fyo)



Proyek Irigasi Kemen PU & PR Ratusan Milyar Mulai Rusak

On 7:35:00 PM


Proyek Irigasi Kemen PU & PR Ratusan Milyar Mulai Rusak
KERINCI,GO-Petani dan warga di Kabupaten Kerinci mengeluhkan buruknya kualitas pembangunan fisik irigasi DI Siulak, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Betapa tidak proyek yang menghabiskan dana hingga ratusan milyar itu mutunya jauh dari harapan petani, bahkan petani mengkwatirkan irigasi yang dibuat akhir tahun lalu hanya bisa dinikmati petani sebentar saja.
 
“Coba lihat ini, besi lantai proyek ini sudah tampak dan besinya sudah keluar dan bengkok keatas," terang warga Belui yang rumahnya tepat melewati proyek irigasi kepada GO.
 
Dijelaskan warga, pekerjaan proyek dijalan besar saja kualitasnya amat jauh dari harapan, sebab, coran betonnya mudah hancur. "Di congkel pake tangan saja bisa. Ini proyek di dekat jalan dan sering dipantau, coba lihat didalam semak semak sana, lebih parah lagi. Didalam semak semak yang airnya jarang dialiri lantai dan dinding beton mudah keropos," ujar warga.
 
Menurut warga setempat yang mengaku pernah menjadi tukang, biasannya adukan coran memakai metoda 1 : 2 : 3. Dan memakai pasir dan split bahan materialnya.
 
“Kalau proyek ini tidak. Mana ada mereka memakai slit dan campurannya pasir sungai. Mereka itu memakai pasir gunung yang sudah dicampur batu kerikil yang beragam umuran itu pasir yang digunakan. Mana ada mereka memakai split dan pasir sungai. Itu liat pasirnya masih menumpuk,”terangnya.(tim*)

Ini Harapan LSM & Wartawan Kerinci Dengan Kapolres Baru

On 8:34:00 AM


Ini Harapan LSM & Wartawan Kerinci Dengan Kapolres Baru 

Sungai Penuh, GO- Sejumlah pejabat utama di jajaran Polda Jambi dirotasi, mulai dari Kapolda, Wakapolda hingga Kapolresta dan Kapolres berganti tongkat komando.

Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1034/IV/2017 tanggal 18 April 2017, Kapolda Jambi Brigjen Pol Yazid Fanani dimutasi menjadi Pati Baintelkam Polri. Kapolresta Jambi Kombes Pol Bernard Sibarani dimutasi sebagai dosen utama STIK Lemdiklat Polri.

Posisinya akan digantikan AKBP Achmad Fauzi sebelumnya menjabat Kabag Binkar Biro SDM Polda Sumatera Utara. Kapolres Kerinci AKBP Muhammad Ali Hadinur juga terkena mutasi dan ditempatkan sebagai Pamen Polda Jambi.

Penggantinya, AKBP Dwi Mulyanto, sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit I Direktorat Intel Polda Jambi.

Zoni Irawan Aktivis Senior Kerinci dan Kota Sungai Penuh mengucapkan selamat datang kepada Kapolres Kerinci yang baru AKBP Dwi Mulyono S.Ik di Bumi Sakti Alam Kerinci.

“Kita berharap mudah-mudahan kedepan dengan Kapolres Kerinci yang baru dapat membawa suasana aman dan nyaman,” singkat Zoni.

Proyek Mangkrak, Batas Wilayah Lokasi TPST KM 14 Sungai Penuh Disoal

On 1:07:00 AM



Proyek Mangkrak, Batas Wilayah Lokasi TPST KM 14 Sungai Penuh Disoal

Kerinci, GO- Proyek pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) kini mangkrak. Pasca mangkraknya, kini lokasi proyek yang dibangun melalui dana APBD Kota Sungai tersebut disoal.

Soal yang ditimbulkan adalah permasalahan perbatasan wilayah antara Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kabag Pemerintahan Wal Amri melalui staf pemerintahan Tito mengatakan, saat ini antara Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang difasilitasi oleh Pemprov Jambi berupaya menyelesaikan tapal batas di wilayah tersebut.

“Untuk tapal batas di tempat TPST itu memang sedang diupayakan penyelesaiannya. Dan persoalan tapal batas disana sudah diketahui oleh Mendagri,” terangnya.

Menurutnya, perlunya KM 14 masuk di Kabupaten Kerinci dikarenakan adanya tuntutan dari masyarakat Kecamatan Depati Tujuh, sebab secara adat tanah yang berlokasi di daerah itu merupakan wilayah adat dan perladangan masyarakat Depati Tujuh.

“Masyarakat Depati Tujuh tidak mau wilayahnya di potong-potong. Secara administrasi ada yang masuk Kerinci dan ada yang masuk Sungai Penuh,” terangnya.

Selain itu lanjutnya, untuk tapal batas di lokasi tersebut saat ini sedang dalam penyelesaian. “Pemerintah Kabupaten Kerinci menginginkan daerah tersebut kembali ke wilayah Kabupaten Kerinci,” terangnya.

Hardizal Sebut Proyek di RKE Terkesan Sia-sia

On 1:35:00 AM


Hardizal Sebut Proyek di RKE Terkesan Sia-sia
Sungai Penuh, GO- Ketua Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh Hardizal S.Sos MH, mengatakan pembangunan yang alokasikan di Renah Kayu Embun (RKE) Kota Sungai terkesan sia-sia. Sementara masih terdapat didaerah lain dalam Kota Sungai Penuh yang masih membutuhkan pembangunan.
 
“Saya melihat proyek di RKE tersebut terkesan sia-sia. Bahkan beberapa proyek di alokasikan di RKE tersebut tidak menyentuh kepentingan masyarakat,” tegasnya diruang kerjanya Kamis (6/4) kemarin.
 
Hardizal  yang juga Ketua DPC PDI-P Kota Sungai Penuh mengatakan, sekitar 27 milyar lebih anggaran di alokasikan di RKE tersebut. “Yang menjadi pertanyaan kita apa azas manfaat untuk masyarakat?,” tanya Hardizal lagi.
 
Ia mengakui bahwa RKE tersebut sentral pertanian masyarakat Kota Sungai Penuh namun,  hanya bisa di nikmati oleh sebagian masyarakat saja. “Sementara masih banyak yang perlu di perhatikan. Kenapa terfokus ke Renah Kayu Embun saja,” ungkapnya.

Telan Dana 7 M,  Jalan M.H Thamrin Akan Segera Di Bangun

On 2:29:00 AM




Telan Dana 7 M,  Jalan M.H Thamrin Akan Segera Di Bangun
 
Sungai Penuh, GO- 2017 ini pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Dinas PU Kota Sungai Penuh akan melakukan pembangunan jalan. Salah satunya berada di Simpang Tiga Kecamatan Hamparan Rawang yang juga berada di titik nol.

Menurut keterangan Kabid Bina Marga PU Kota Sungai Penuh Qhalik Munawir ketika di konfirmasi GO diruang kerjanya mengatakan dalam pembangunan jalan hotmix ada tujuh titik. “Titik nolnya di Simpang Tiga Rawang. Dengan rinciannya, Simpang Tiga – Cempaka, Simpang Tiga – Air Sempit,” katanya, Kamis (6/4).

“Kemudian titik berikutnya, Air Sesat – Dusun Cempaka, di jalan MH Thamrin, jalan TVRI , Simpang Tiga - Sungai Liuk  dan Simpang Tiga – Tanah Kampung,” ungkapnya.



Dari tujuh paket pengerjaan tersebut lanajut Qhalik menghabiskan anggaran lebih kurang Rp. 7,7 milyar. “Total anggaran dalam pengerjaan hotmix ini nanti lebih kurang sebesar Rp, 7,7 milyar,”terang Qhalik lagi.

Dikatakannya lagi, salah satu pertimbangan di bangunkannya pembangunan jalan ini, di karenakan usia jalan yang dinilai sudah layak untuk di pelihara. “Karena usia jalannya yang sudah lama, maka di tahun ini akan kita bangun kembali,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, menurut keterangan Hardizal S.Sos MH Ketua Komisi III DPRD Kota Sungai Penuh kepada GO mendukung adanya pembangunan hotmix jalan di M.H Thamrin tersebut. Namun katanya, dalam hal pembangunan di butuhkan adanya pengawalan secara optimal.

“Ya, kami akan melaksanakan pengawasan secara maaksimal sehingga pembangunan di jalan ini betul-betul terlaksana sesuai dengan yaang di harapkan,” singkatnya.  

Beresiko Tinggi, Dunia Wartawan Tetap Diminati

On 9:24:00 AM

Beresiko Tinggi, Dunia Wartawan Tetap Diminati

Oleh :  Ghafar Uyub Depati Intan dan Zoni Irawan

Dunia Wartawan populer dengan sebutan kebanggaannya "Jurnalistik" kian diminati, tak sedikit surat kabar, Majalah, Buletin, Media sosial baru bermunculan bahkan ribuan diseluruh tanah air tercinta. Terkadang tanpa mempertimbangkan tingkat resiko yang sangat tinggi. Dimulai dari resiko dana (modal) awal penerbitan yang tidak memenuhi syarat Standar Perusahaan Pers, tidak memenuhi Sumber Daya manusia (SDM) dan tidak adanya persiapan matang pembekalan dasar bagi calon Wartawan/Wartawati sehingga tingkat kesulitan dalam pengembangan diri (SDM) para jurnalis sangat tinggi.

Hal ini kian menyulitkan Redaksi menerapkan liputan berita dengan baik, calon Wartawan dan Wartawati hanya berbekal surat tugas dan kartu pers, bukan berbekal ilmu jurnalistik. Tak heran banyak wartawan yang tidak tahu akan tugasnya, apalagi memilih berita yang disebut layak jual. Dan yang lebih mengkhawatirkan lagi surat tugas dan kartu pers hanya menjadi alat "Menakut-nakuti Pejabat yang diduga tersandung sejumlah Kasus, seperti Kasus Korupsi dan penyalahgunaan wewenang dan jabatan.

Tak heran banyak pejabat tertipu oleh oknum wartawan yang berlagak wartawan. Seharusnya pejabat atau aparat menghargai wartawan yang jelas-jelas memiliki karya jurnalistik, bukannya nebeng lewat kelengkapan identitas. Profesi wartawan sering dilecehkan oleh para oknum, karena orang-orang yang bekerja sebagai wartawan tidak menjaga nama baik profesinya, dan tidak ada upaya untuk meningkatkan ilmu jurnalistnya, dengan tekun belajar, praktek secara benar dan dan melanjutkan jam terbang dengan meliput berbagai peristiwa dan menulis beragam laporan hasil liputan yang layak diterbitkan, karena dinilai memenuhi unsur penulisan berita.

Tingkat Resiko : Apapun pekerjaan (profesi) yang kita tekuni semuanya memiliki resiko, bagi oknum wartawan yang sengaja Menyalahgunakan profesi dan tugasnya dengan cara melawan hukum akan berhadapan dengan Hukum, contohnya melakukan tindak pidana pemerasan dan lain sebagainya. Dan masih banyak resiko yang tak terduga, kendati wartawan telah melakukan tugasnya dengan baik dan benar misalnya dalam membongkar Kasus-kasus

"Korupsi" penyalahgunaan wewenang dan jabatan dan lain-lainnya sangat banyak peluang yang bisa menjerat Wartawan, jika kurang berhati-hati dalam melaksanakan peliputan. " Jika yang terjadi benar-benar adalah murni resiko Menjalankan tugas peliputan, sepanjang tidak merupakan pelanggaran tugas jurnalistik, itu berarti unsur kejahatan murni dari pihak lain yang tidak suka masalah ataupun kasusnya terbongkar. Jika masih terjadi, ini terhormat bagi seorang wartawan karena yang diperjuangkannya adalah untuk kepentingan umum, dan untuk kebenaran dan keadilan. Tentu sangatl lain halnya dengan kecelakaan tugas, karena melanggar hukum atau tindakan yang bertentangan dengan Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

Wartawan Harus Membangun Kesadaran Diri
Seorang wartawan harus menyadari atas tugas yang diembannya bagi kepentingan umum, selain harus mendalami ilmu jurnalist (keahlian profesi), juga harus membangun kesadaran atas diri pribadinya sendiri, karena apa yang dikerjakannya berhadapan langsung dengan kepentingan umum dan masyarakat luas di bidang informasi, jika informasi yang diterbitkan sesat, maka akan berdampak kepada menyesatkan orang banyak dan akan menimbulkan dampak negatif yang luas.

Wartawan dituntut kemampuannya, Kejujurannya dari mendapatkan informasi awal sebuah jurnal atau catatan, harus ditelaah secara cermat dan mengembangkan seluas-luasnya serta mendapatkan keterangan dari kiri-kanan (pihak terkait) sehingga mendapatkan keterangan yang seimbang yang akan menjadi konsumsi pembaca.

Jika kesadaran diri pribadi wartawan (pelaku jurnalist) terawat dengan benar dia akan mampu menyuguhkan berita -berita yang memiliki nilai jual kepada pembacanya yang Budiman dan akan dicari oleh masyarakat pembacanya. Dan sebaliknya jika tidak ia akan ditinggalkan untuk selamanya. Tinggal lagi sejauh mana wartawan itu meningkatkan profesionalisme nya, sehingga dikenal dan dikenang masyarakat Pembacanya.